FIFA Angkat Marco Van Basten Sebagai Direktur Teknik

FIFA secara resmi telah menunjuk legenda sepakbola Netherlands Marco Van Basten untuk menjabat sebagai kepala dalam urusan pengembangan teknis permainan, mulai dari gagasan dunia sepakbola bagi para pemain profesional hingga untuk sang pengadil lapangan.

FIFA

FIFA resmi tunjuk Marco Van Basten sebagai Direktur Teknik

“Kehormatan bagi saya dapat bekerja untuk FIFA, terlebih untuk dunia sepakbola yang saya cintai. Tentu saya merasa senang dapat menjadi bagian dari induk tertinggi dunia. Saya berharap dengan kemampuan yang saya miliki dapat memberikan konstribusi yang nyata untuk kemajuan sepakbola dan akan berusaha memastikan menjadi olahraga nomor satu di dunia,” ungkap Basten.

Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA menambahkan bahwa sosok Van Basten akan mampu meningkatkan permainan sepakbola. “Dia (Basten) adalah sepakbola. Kami memiliki proyek dalam mengembangkan olahraga ini. Dan Basten adalah orang yang tepat untuk mengerjakan tugas tersebut. Saya juga merasa bahagia melihat Dia bergabung bersama kami,” ungkap Gianni.

Marco Van Basten Suarakan Agar Off-Side Ditiadakan

Marco Van Basten yang telah resmi diperkenalkan oleh induk sepakbola tertinggi di dunia sebagai Direktur teknik FIFA, menyuarakan agar peraturan off-side di dunia sepakbola untuk dihapuskan. Menurut legenda Belanda tersebut, penghapusan peraturan itu agar permainan si kuli bundar lebih menarik, jujur dan tentu saja dinamis.

Marco Van Basten

Marco Van Basten usulkan agar peraturan offside dihapuskan

Pemain terbaik dunia pada tahun 1992 (Ballon d’Or)tersebut mengklaim bahwa salah satu upaya agar kualitas permainan sepakbola meningkat adalah dengan cara mengubah beberapa aturan sudah berlaku sejak lama, seiring dengan memberikan penekanan akan hukuman yang baru, demi mampu meningkatkan rasa efek jera para pesepakbola.

“Sejauh ini kami terus memikirkan bagaimana cara untuk dapat meningkatkan dari segi kualitas dalam bermain sepakbola. Tentu hal tersebut bertujuan agar menciptakan permainan yang lebih menarik, dinamis dan tentu saja jujur. Sehingga kami berpikiran bahwa gagasan itu cukup atraktif,”

“Sejatinya, banyak sekali inovasi yang diperlukan demi dapat diaplikasikan dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang. Penampungan mengenai sanski, tentu akan mampu memberi tekanan kepada tim. Sulit rasanya bermain sepakbola ketika justru unggul satu pemain. Sehingga, biarkan menjadi melawan sembilan atau bahkan delapan pemain,” ungkap Van Basten.

Sosok pria yang kini telah berusia 52 tahun tersebut lebih lanjut juga memberikan gagasan untuk mengganti babak adu penalti dan juga perpanjangan waktu dengan sistem terbaru yang dimana terinspirasi dari olahraga Hoki, yaitu membiarkan salah satu pemain untuk mengiring bola dari jarak tertentu dan harus menghadapi langsung penjaga gawang lawan.

“Masa perpanjangan waktu dan juga adu penalti, ada baiknya juga sudah harus ditinggalkan. Ada gagasan layaknya olahraga hoki yakni pemain dari jarak tertentu dibiarkan mengiring bola hingga diharuskan untuk mengelabuhi sang kiper lawan untuk mampu mencetak gol,”

“Namun tentu berbagai gagasan masih dalam proses pemikiran yang panjang untuk diduskusikan bersama. Terpenting, permainan sepakbola dapat lebih memikat dan memberikan hiburan yang menyenangkan bagi semua penikmat sepakbola,” tutup Basten.

Ruud Gullit: Saya Dukung Marco

Satu rekan Marco Van Basten saat membela tim Nasional Belanda, Ruud Gullit menyatakan bahwa dirinya akan mendukung kebijakan Basten dalam dunia sepakbola. “Selagi kebijakan untuk baik dan mampu meningkatkan kualitas sepakbola, tentu saya akan mendukungnya,”

Ruud Gullit

Ruud Gullit dukung kebijakan Marco Van Basten

“Dia (Marco) adalah sosok pria yang hebat. Tak hanya sebagai legenda sepakbola saja, tetapi juga Ia memiliki pemikiran-pemikiran yang dapat memajukan olahraga sepakbola. Tak perlu lagi diragukan akan kemampuannya. Sekali lagi, saya mendukung,” ungkap pemain yang bersinar bersama AC Milan.

Allegri: Scudetto, Baru Liga Champions

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri menyatakan bahwa target timnya untuk musim 2016/2017 adalah terlebih dahulu mempertahankan gelar juara Scudetto untuk keenam kalinya secara beruntun. Setelah mampu mempertahankan trofi Serie A, barulah Ia fokus untuk meraih gelar Liga Champions.

Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri nyatakan bahwa Scudetto menjadi target utama, setelah itu Liga Champions

“Tentu hal pertama yang penting untuk kami adalah mempertahankan Scudetto. Ini akan menjadi tantangan berat bagi kami, lantaran akan menjadi trofi keenam kalinya beruntun. Terlebih lagi, AS Roma dan Napoli serta tim-tim lainnya terus bekerja keras untuk mengeser kami di posisi puncak.”

“Walau demikian, kami tentu akan fokus di setiap laga, demi meraih kemenangan dan semakin memperlebar jarak dengan mereka (para pesaing) di tangga klasemen. Hingga akhirnya, kami mampu mengangkat kembali Scudetto di akhir musim. Itu adalah prioritas kami di musim ini.”

“Tetapi, kami juga ingin berjuang di turnamen Liga Champions yang pada musim lalu kami berhasil mencapai partai final, namun harus menelan kekalahan. Kami tetap semangat meraih gelar juara UCL di musim ini. Lantaran, UCL menjadi turnamen yang sangat spesial setiap tahunnya bagi kami. Satu kesalahan di kancah tersebut, akan mampu merubah segalanya,” ungkap Allegri.

Hingga pekan ke 19 Serie A, I Bianconeri masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 45 poin. Terpaut empat angka dari pesaing terdekatnya, AS Roma di urutan kedua. Namun, selisih angka tersebut masih dapat bertambah, lantaran Juve masih mengantongi satu pertandingan yang belum dilakoni kala melawan Crotone. Akhir pekan nanti, si Nyonya Tua akan bertandang ke Stadio Artemio Franchi, markas Fiorentina untuk melakoni pekan ke 20 Serie A.

Juventus Berencana Datangkan Mattia De Sciglio

Sejumlah media mengabarkan bahwa Juventus berencana untuk mendatangkan Mattia De Sciglio yang saat ini masih berstatus sebagai pemain AC Milan. Bahkan, pihak Bianconeri sudah menemui agen sang pemain untuk membicarakan kemungkinan transfer pada bursa musim dingin ini.

Mattia De Sciglio

Juventus datangi agen Mattia De Sciglio

Direktur Beppe Marotta tertangkap kamera datang ke markas Milan. Ia memulai pembicaraan terkait transfer Mattia De Sciglio yang kontraknya bersama Rossoneri akan berakhir di tahun depan.

Bek berkebangsaan Italia tersebut sejauh ini belum mendapatkan kontrak baru dari kubu Milan. Sehingga kemungkinan untuk hengkang di bulan Januari terbuka lebar. Terlebih, Ia akan kembali bereuni bersama Massimiliano Allegri yang kala itu mempromosikan dirinya dari akademi Milan.

De Sciglio di plot sebagai aset berharga bagi kubu Rossoneri di lini pertahanan. Lantaran, bek yang baru berusia 24 tahun tersebut mampu bermain di segala posisi, baik sebagai bek sentral, maupun di posisikan di sebelah kanan ataupun kiri dalam formasi baik menggunakan empat hingga lima pemain bertahan.

Sejauh ini, De Sciglio telah melakoni laga sebanyak 30 pertandingan bersama tim Nasional senior Italia. Walupun dirinya sempat mengalami masalah cedera.

Mattia Caldara Resmi Milik Juventus

Sementara perburuan De Sciglio dari kubu Milan terus diupayakan, namun secara resmi pihak Juventus telah mengumumkan bahwa proses transfer pemain Mattia Caldara dari Atalanta sudah selesai dengan biaya secara total tak mencapai angka €21 juta.

Mattia Caldara

Juventus secara resmi mengumumkan Mattia Caldara telah bergabung bersama tim

Adapun proses pembayarannya yakni pihak Bianconeri akan membayar uang sebanyak €15 juta dalam empat kali tahapan dan akan memberikan tambahan bonus sebesar €6 juta, tergantung pada kondisi sang pemain ketika bermain bersama Juve.

Hanya saja, pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut langsung dikembalikan ke pihak Atalanta sebagai pemain pinjaman selama 18 bulan, sebelum nantinya akan menjadi pemain permanen Juventus pada bursa musim panas tahun 2018 mendatang. Caldara sepakat menerima tawaran kontrak dari Juve hingga musim 2021.